Senin, 10 Agustus 2009

MENDIAGNOSIS PERMASALAHAN

Mendiagnosis Permasalahan
Pengoperasian PC Yang Tersambung Jaringan

Diagnosis Permasalahan

Identifikasi Permasalahan

Mengisolasi Masalah

Permasalahan Pengoperasian PC Yang Tersambung Jaringan

Mengidentifikasi Masalah Fungsionalitas Jaringan pada Perangkat Melalui Gejala yang Muncul

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan adalah :

  1. Tegangan Listrik
  2. Mati atau tidak berfungsinya komponen pada jaringan

Memilah Masalah Berdasarkan
Kelompoknya

Letak permasalahan

  1. Hardware

a) Server

b) Workstation

c) Hub/switch

d) Network Interface Card (Kartu jaringan)

e) Kabel dan konektor

  1. Software

a) Kesalahan setting konfigurasi jaringan

b) Kesalahan Protocol yang digunakan

c) Kesalahan pengalamatan IP.

d) Kesalahan Indentifikasi Client dan server komputer

e) Kesalahan Service Network (file and print sharing)

f) Kesalahan Security System

g) Kerusakan file program, sehingga perlu di update.

Mengisolasi Permasalahan

Mengisolasi permasalahan merupakan tindakan yang dilakukan untuk mencegah

hal-hal yang berakibat lebih fatal dalam jaringan.

Tindakan pengisolasian untuk melakukan perbaikan dalam jaringan dapat

dipisahkan menjadi dua juga yakni :

  1. Hardware
  2. Software

Instalasi Jaringan Komputer

JARKOM

Pengertian :

Sekelompok komputer otonom yang saling dihubungkan satu dengan yang lainnya menggunakan protokol komunikasi melalui media transmisi, sehingga dapat saling berbagi sumber daya yang ada dan berkomunikasi

Tujuan :

Berbagi sumber daya, berbagi file/data, berbagi koneksi (apabila terhubung dengan internet) dan berkomunikasi antar komputer sehingga secara nyata berkontribusi pada effisiensi dan effektifitas dengan jalan menghemat waktu dan biaya serta mempercepat proses pengambilan keputusan

Perkembangan JARKOM

1969

DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk sebuah jaringan organik. Program Riset ini dinamakan ARPANET

1971

Komputer University College di London menjadi anggota jaringan ARPANET pertama dari luar AS

1972

Roy Tomlinson membuat program e-mail untuk mengirim pesan di ARPANET

Ikon @ diperkenalkan sebagai lambang “at” atau “pada”

1982

Pembentukan Transmision Control Protocol (TCP) dan IP.

1984

10.00 komputer lebih sudah tersambung kejaringan. Diperkenalkan sistem nama Domain (DNS)

1988

100.000 komputer lebih sudah tersambung kejaringan

1990

ARPANET berubah menjadi Internet

1991

Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer lain dalm jaringan tersebut. Program ini disebut World Wide Web (W W W)

1992

Komputer yang tersambung membentuk jaringan lebih dari 1 juta.

Muncul istilah surfing (menjelajah)

1994

Situs dunia maya telah tumbuh menjadi 3000 alamat

1996 - sekarang

Perangkat keras dan perangkat lunak jaringan komputer telah banyak dihasilkan olah berbagai perusahaan serta banyak dipelajari oleh kalangan akademisi, peneliti dan praktisi di bidang komputer.

ž Perangkat Jaringan

ž PC (Personal Computer)

ž Network Interface Card (NIC)

ž Media (Kabel dan Non Kabel atau waireless)

ž Konsentrator (Hub/Switch)

Bus Slot

NIC (Network Interface Card)

1_1_31_1_3A

ž Kabel

UTP (Unshielded twisted pair)

Koaksial

Fiber Optik

ž Jenis Jaringan

a) Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation untuk memakai bersama sumberdaya (resouce, misalnya printer) dan saling bertukar informasi.

b) Metropolitan Area Network (MAN), Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

c) Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.

ž Jenis Jaringan

a) Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation untuk memakai bersama sumberdaya (resouce, misalnya printer) dan saling bertukar informasi.

b) Metropolitan Area Network (MAN), Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

c) Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.

2_1_3

Tipe Jaringan terkait erat dengan sistem operasi jaringan. Ada dua type jaringan, yaitu client-server dan

tipe jaringan peer to peer.

a) Jaringan Client-Server

Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer- komputer lain di dalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server.

Server di jaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.

b) Jaringan Peer To Peer

Bila ditinjau dari peran server di kedua tipe jaringan tersebut, maka server di jaringan tipe peer to peer

diistilahkan non-dedicated server, karena server tidak berperan

Sebagai server murni melainkan sekaligus dapat berperan sebagai workstation.

Keunggulan

· Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya

seperti: harddisk, drive, fax/modem, printer.

· Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe jaringan client-server,

salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan

khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan.

· Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server.

Sehingga bila salah satu komputer/peer mati atau rusak, jaringan secara

keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.

Kelemahan

a) Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan tipe peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada.

b) Di jaringan client-server, komunikasi adalah antara server dengan workstation.

c) Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client-server, karena setiap komputer/peer disamping harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.

d) · Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur keamanan masing-masing fasilitas yang dimiliki.

e) Karena data jaringan tersebar di masing-masing komputer dalam jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing-masing komputer tersebut.

Protokol

Untuk menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor komputer diperlukan sebuah aturan baku yang standar dan disetujui berbagai pihak. Seperti halnya dua orang yang berlainan bangsa, maka untuk berkomunikasi memerlukan penerjemah/interpreter atau satu bahasa yang dimengerti kedua belah pihak.

Dalam dunia komputer dan telekomunikasi interpreter identik dengan protocol. Untuk itu maka badan dunia yang menangani masalah standarisasi ISO (International Standardization Organization) membuat aturan baku yang dikenal dengan nama model referensi OSI (Open System Interconnection).

Dengan demikian diharapkan semua vendor perangkat telekomunikasi haruslah berpedoman dengan

model referensi ini dalam mengembangkan protocolnya.

Model referensi OSI terdiri dari 7 lapisan, mulai dari lapisan fisik sampai dengan aplikasi. Model referensi ini tidak hanya berguna untuk produk- produk LAN saja, tetapi dalam membangun jaringan Internet sekalipun sangat diperlukan. Hubungan antara model referensi OSI dengan protokol Internet bisa dilihat dalam tabel 1 berikut:

Standarisasi masalah jaringan tidak hanya dilakukan oleh ISO saja, tetapi juga diselenggarakan oleh badan dunia lainnya seperti ITU (International Telecommunication Union), ANSI (American National Standard Institute), NCITS (National Committee for Information Technology Standardization), bahkan juga oleh lembaga asosiasi profesi IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) dan ATM-Forum di Amerika. Pada prakteknya bahkan vendor-vendor produk LAN ada yang memakai standar

yang dihasilkan IEEE.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar